AR(Augmented Reality) dan VR(Virtual
Reality) akan jadi tren teknologi yang akan berkembang di masa depan ... ??
Teknologi semakin berkembang setiap saat. Zaman sudah semakin canggih
dan semakin maju. Seperti kita ketahui negara-negara maju sudah mengeluarkan
teknologi yang bahkan bisa menyelamatkan hidup manusia serta inovasi yang
canggih. Bayangkan saja, kita bisa
mendapatkan semua informasi dan berkomunikasi dengan banyak cara yang berbeda
menggunakan perangkat apapun. Lantas, pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah
inovasi teknologi baru seperti apa yang akan menjadi tren beberapa tahun
kedepan? Yang sering ramai di bicarakan akhir-akhir ini adalah teknologi
virtual reality dan augmented reality. Mungkin dari sebagian temen-temen sudah
ada yang tau tentang augmented reality atau yang sering kita sebut dengan AR
dan virtual reality yang sering kita sebut dengan VR.
Augmented reality adalah sebutan untuk metode-metode menghadirkan suatu
integrasi informasi digital kedalam kedalam lingkungan pengguna secara
real-time. Augmented reality menggunakan lingkungan nyata sekitar yang sudah
ada, kemudian menambahkan informasi baru keatasnya. Ronald
T. Azuma (1997) mendefinisikan augmented reality sebagai penggabungan
benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif
dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antarbenda dalam tiga dimensi, yaitu
benda maya terintegrasi dalam dunia nyata. Penggabungan benda nyata dan maya
dimungkinkan dengan teknologi tampilan yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan
melalui perangkat-perangkat input tertentu, dan integrasi yang baik memerlukan
penjejakan yang efektif. Teknologi AR ini dapat menyisipkan suatu informasi tertentu ke dalam
dunia maya dan menampilkannya di dunia nyata dengan bantuan perlengkapan
seperti webcam, komputer, HP Android, maupun kacamata khusus. User ataupun
pengguna didalam dunia nyata tidak dapat melihat objek maya dengan mata telanjang,
untuk mengidentifikasi objek dibutuhkan perantara berupa komputer dan kamera
yang nantinya akan menyisipkan objek maya ke dalam dunia nyata.
perangkat augmented reality yang menyita
perhatian adalah perangkat besutan Microsoft yang diberi nama Microsoft
HoloLens. Perangkat ini berfokus pada penggabungan hologram tiga dimensi yang
bersifat augmented reality dengan dunia
nyata. Selain itu, Google Glass yang berbentuk kacamata yang dibuat oleh Google
merupakan kacamata yang menggunakan teknologi augmented reality yang memiliki
banyak fungsi. Teknologi augmented reality ini biasanya
digunakan pada bidang militer, medis, komunikasi, dan manufaktur. Contoh yang
sering digunakan oleh pengguna adalah Google Translate. Dengan ini,
memungkinkan pengguna menerjemahkan kata berbahasa asing yang dilihat
menggunakan kamera smartphone seperti papan
pengumuman atau rambu-rambu.
Metode yang dikembangkan pada Augmented Reality
saat ini terbagi menjadi dua metode, yaitu Marker Based Tracking dan
Markless Augmented Reality.
1. Marker Augmented Reality
(Marker Based Tracking)
Marker
biasanya merupakan ilustrasi hitam dan putih persegi dengan batas hitam tebal
dan latar belakang putih. Komputer akan mengenali posisi dan orientasi marker
dan menciptakan dunia virtual 3D yaitu titik (0,0,0) dan tiga sumbu yaitu X, Y,
dan Z. Marker Based Tracking ini sudah lama dikembangkan sejak 1980-an dan pada
awal 1990-an mulai dikembangkan untuk penggunaan Augmented Reality.
2. Markerless
Augmented Reality
Salah satu metode Augmented Reality yang
saat ini sedang berkembang adalah metode “Markerless Augmented Reality”, dengan
metode ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk
menampilkan elemen-elemen digital, dengan tool yang disediakan Qualcomm untuk
pengembangan Augmented Reality berbasis mobile device, mempermudah pengembang
untuk membuat aplikasi yang markerless (Qualcomm, 2012).
Seperti yang saat ini dikembangkan oleh
perusahaan Augmented Reality terbesar di dunia Total Immersion dan Qualcomm,
mereka telah membuat berbagai macam teknik Markerless Tracking sebagai
teknologi andalan mereka, seperti Face Tracking, 3D Object Tracking, dan Motion
Tracking.
a. Face Tracking
Algoritma pada computer terus
dikembangkan, hal ini membuat komputer dapat mengenali wajah manusia secara
umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung, dan mulut manusia, kemudian
akan mengabaikan objek-objek lain di sekitarnya seperti pohon, rumah, dan lain
– lain. Teknik ini pernah digunakan di Indonesia pada Pekan Raya Jakarta 2010
dan Toy Story 3 Event (Widiansyah, Firman, 2014).
b. 3D Object Tracking
Berbeda dengan Face Tracking yang hanya
mengenali wajah manusia secara umum, teknik 3D Object Tracking dapat mengenali
semua bentuk benda yang ada disekitar, seperti mobil, meja, televisi, dan
lain-lain.
c. Motion Tracking
Komputer dapat menangkap gerakan, Motion
Tracking telah mulai digunakan secara ekstensif untuk memproduksi film-film
yang mencoba mensimulasikan gerakan.
d. GPS Based Tracking
Teknik GPS Based Tracking saat ini mulai
populer dan banyak dikembangkan pada aplikasi smartphone (iPhone dan Android),
dengan memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada didalam smartphone, aplikasi
akan mengambil data dari GPS dan kompas kemudian menampilkannya dalam bentuk
arah yang kita inginkan secara realtime, bahkan ada beberapa aplikasi
menampikannya dalam bentuk 3D.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar