ETNOSENTRISME
Etnosentrisme
adalah sikap yang menggunakan sudut pandangnya untuk sebagai tolak ukur untuk
menilai kelompok lain, individu yang menganggap bahwa setiap individu mempunyai
penilaian masing-masing. Masing-masing budaya akan saling merendahkan satu sama
lain dan membenarkan budaya diri sendiri, saling menolak, saling tidak
menghargai antara budaya yang satu dengan yang lain, sehingga sangat potensial
munculnya konflik di antaranya. Etnosentrisme cenderung memandang rendah
orang-orang yg di sekitar mereka yang di anggap asing.
Istilah ini sering dipandang negatif karena
ketidakmampuan untuk melihat orang lain dengan cara diluar latar belakang
budaya anda sendiri. Etnosentrisme terjadi jika masing-masing budaya bersikukuh
dengan identitasnya, menolak bercampur
dengan kebudayaan lain. Makin besar kesamaan kita dengan mereka, makin
dekat mereka dengan kita; makin besar ketidaksamaan, maka makin jauh mereka
dari kita. Kita cenderung melihat kelompok kita, negeri kita, budaya kita
sendiri, sebagai yang paling terbaik dan sebagai paling bermoral. Ketika suku
bangsa yang satu menganggap suku bangsa yang lain lebih rendah, maka sikap
demikian akan menimbulkan konflik.
Salah satu faktor mendasar terjadinya
etnosentrisme adalah budaya politik masyarakat yang cenderung masih sangat
tradisional. Budaya politik masyarakat kita masih tergolong budaya politik
subjektif. Sebagian dari masyarakat kita masih mementingkan suku, etnis, agama
dan lain-lain. proritas masyarakat bangsa kita ini tentu melahirkan berbagai
persoalan. Setiap suku, ras, agama, dan berbagai golongan berusaha untuk memperoleh kekuasaan dan
menguasai yang lain. pertarungan kepentingan inilah yang sering memunculkan persoalan-persoalan
di setiap daearah. Contoh etnosentrisme yaitu konflik yang sudah terjadi
misalnya suku dayak dan suku madura yang sejak dulu terus terjadi. Kedua suku
pedalaman itu masing-masing tidak mau saling menerima dan menghormati
kebudayaan satu sama lain.
Adanya anggapan bahwa budaya sendiri lah yang
paling benar sedangkan yang lainnya dianggap tidak benar dan salah tidak hanya
berwujud konflik namun sudah berbentuk pertikaian yang memanas. Keduanya sudah
saling membunuh antar anggota budaya yang lain dan banyak korban yang
berjatuhan. Agar mencegah perististiwa seperti itu kita sebagai bangsa yang
bermoral yang penuh dengan bermacam-macam budaya, suku, bahasa, dan agama.
Sudah saat nya kita saling menghargai satu sama lain agar terhindar dari sikap
etnosentrisme. Dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang bermoral.
Demikianlah definisi/pengertian
tentang etnosentrisme semoga bermanfaat ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar