Selasa, 25 Oktober 2016

ETNOSENTRISME
          Etnosentrisme adalah sikap yang menggunakan sudut pandangnya untuk sebagai tolak ukur untuk menilai kelompok lain, individu yang menganggap bahwa setiap individu mempunyai penilaian masing-masing. Masing-masing budaya akan saling merendahkan satu sama lain dan membenarkan budaya diri sendiri, saling menolak, saling tidak menghargai antara budaya yang satu dengan yang lain, sehingga sangat potensial munculnya konflik di antaranya. Etnosentrisme cenderung memandang rendah orang-orang yg di sekitar mereka yang di anggap asing.
              Istilah ini sering dipandang negatif karena ketidakmampuan untuk melihat orang lain dengan cara diluar latar belakang budaya anda sendiri. Etnosentrisme terjadi jika masing-masing budaya bersikukuh dengan identitasnya, menolak bercampur  dengan kebudayaan lain. Makin besar kesamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka dengan kita; makin besar ketidaksamaan, maka makin jauh mereka dari kita. Kita cenderung melihat kelompok kita, negeri kita, budaya kita sendiri, sebagai yang paling terbaik dan sebagai paling bermoral. Ketika suku bangsa yang satu menganggap suku bangsa yang lain lebih rendah, maka sikap demikian akan menimbulkan konflik.
            Salah satu faktor mendasar terjadinya etnosentrisme adalah budaya politik masyarakat yang cenderung masih sangat tradisional. Budaya politik masyarakat kita masih tergolong budaya politik subjektif. Sebagian dari masyarakat kita masih mementingkan suku, etnis, agama dan lain-lain. proritas masyarakat bangsa kita ini tentu melahirkan berbagai persoalan. Setiap suku, ras, agama, dan berbagai golongan  berusaha untuk memperoleh kekuasaan dan menguasai yang lain. pertarungan kepentingan inilah yang sering memunculkan persoalan-persoalan di setiap daearah. Contoh etnosentrisme yaitu konflik yang sudah terjadi misalnya suku dayak dan suku madura yang sejak dulu terus terjadi. Kedua suku pedalaman itu masing-masing tidak mau saling menerima dan menghormati kebudayaan satu sama lain.
            Adanya anggapan bahwa budaya sendiri lah yang paling benar sedangkan yang lainnya dianggap tidak benar dan salah tidak hanya berwujud konflik namun sudah berbentuk pertikaian yang memanas. Keduanya sudah saling membunuh antar anggota budaya yang lain dan banyak korban yang berjatuhan. Agar mencegah perististiwa seperti itu kita sebagai bangsa yang bermoral yang penuh dengan bermacam-macam budaya, suku, bahasa, dan agama. Sudah saat nya kita saling menghargai satu sama lain agar terhindar dari sikap etnosentrisme. Dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang bermoral.

Demikianlah definisi/pengertian tentang etnosentrisme semoga bermanfaat ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar