Sabtu, 12 November 2016


Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

Anggota Kelompok :
Ahmad Fauzi Hamami
18116354
Fadhellian Azqia Pristi
12116444
Raihan Ramadhan     
16116014
Widia karnikafa
17116627







1KA14
           

KATA PENGANTAR

            Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan.
            Atas tersusunya makalah ini, kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Meti Nurhayati selaku dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar serta orang-orang sekitar yang turut memberikan saran yang bermanfaat bagi kami.
            Kami menyadari, bahwa masih adanya kekurangan baik dalam segi penyusunan maupun isi. Kami menerima segala saran dan kritik dari para pembaca.
                    





                                                                                                Depok,12 November 2016
                                                                                               

         
                                                                                                           Penyusun






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................    2
DAFTAR ISI   ........................................................................................................    3
BAB I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang     ............................................................................................    4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penduduk        ................................................................................    5
2.2 Masalah di dalam penduduk        ....................................................................    5
2.3  Sebab       ........................................................................................................    6
2.4  Penanganan          ............................................................................................    6
2.5  Pengertian Masyarakat    ................................................................................    7
2.6  Masalah di dalam Masyarakat ........................................................................   7
2.7  Pegertian Kebudayaan
2.8  Masalah kebudayaan       ................................................................................    11
2.9  Sebab       ........................................................................................................    11
2.10 Penanganan         .............................................................................................   12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan          .............................................................................................   12
3.2 Saran         ..........................................................................................................  12
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................  13
  




BAB 1
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
          
          Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang saling berhubungan satu sama lain dan mempunyai hubungan yang sangat erat antara satu sama lain.  masyarakat adalah kumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu. Penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah atau ruang tertentu. Sedangkan kebudayaan adalah  hasil dari masyarakat, kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan bermasyarakat.
             Seiring berkembangnya kemajuan teknologi dan kehidupan sosial di masyarakat dapat menimbulkan berbagai masalah di berbagai bidang tertentu. Salah satunya adalah dalam bidang ekonomi yaitu masyarakat harus bersaing ketat satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan. Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial, memiliki naluri untuk hidup dan beradaptasi satu sama lainnya.
           
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penduduk
Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Atau bisa juga di bilang penduduk adalah orang yang tinggal di daerah tersebut atau orang yang secara hukum berhak tinggal di derah tersebut.

2.2 Masalah di dalam penduduk
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu demografi. Indonesia sendiri masih memiliki banyak masalah kependudukan yang diantaranya adalah:
a.        Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk
Jumlah dan pertumbuhan penduduk di Indonesia ini bisa di biolang sudah tidak terkendali lagi. Dari tahun ke tahun pun jumlah penduduk di Indonesia pun terus bertambah. Pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi oleh tiga actor utama yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).
Peristiwa kelahiran di suatu daerah menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi penduduk, sedangkan peristiwa kematian dapat menambah maupun mengurangi jumlah penduduk di suatu daerah. Mengurangi bagi yang ditinggalkan dan menambah bagi daerah yang didatangi. Selain penyebab langsung seperti kelahiran, kematian dan migrasi terdapat penyebab tidak langsung seperti keadaan social, ekonomi, budaya, lingkungan, politik dsb.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipXEZ-lWq4m-9ziBWEkpNOHxqvkcbwT87WdDzYordXblYwuqByDDUNT1paWnE7kzi5_E_g8kFm7D6oCF-e-wx0BsZbgv_59EfoOd5RiQNHtxTUecuKXSvKxIoV5x7G1FYOeSjEzrjeNL9R/s1600/1.jpg

b.       Penyebaran penduduk yang tidak merata
Penyebaran Penduduk yang tidak merata ini yang menyebabkan padatnya penduduk di Jakarta, Bandung, Bekasi, dan kota lain di Indonesia ini. Hal ini didukung juga dengan penduduk yang beramai ramai pulang ke kampung halaman pada musim lebaran tiba.

2.3 Sebab
Ada masalah pasti ada sebabnya. Berikut adalah penyebab dari masalah malasalah kependudukan yang ada di Indonesia:
a.      Tingginya angka kelahiran di Indonesia
b.     Rendahnya angka kematian di Indonesia
c.      Kurangnya pendidikan
d.     Pengaruh budaya
e.      Ekonomi masyarakat
f.      Ekonomi daerah yang di tempati
g.     Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.
h.     Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
i.       Sumber air
j.       Perhubungan atau transportasi

2.4 Penanganan
Berikut adalah penanganan dari masalah-masalah yang tertera di atas:
a.      Apabila pertumbuhan penduduk tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan beberapa masalah. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan beberapa cara yang dapat mencegah membludaknya pertumbuhan penduduk, yaitu sebagai berikut:
1.     Menjalankan program transmigrasi
2.     Menggalakan program Keluarga Berencana (KB)
3.     Memperluas pekerjaan melalui industrialisasi
4.     Meningkatkan produksi pangan yang sesuai dengan kebutuhan penduduk
5.     Meningkatkan Kesadaran dan pendidikan kependudukan

b.     Penyebaran Penduduk yang tidak merata ini yang menyebabkan padatnya penduduk di Jakarta, Bandung, Bekasi, dan kota lain di Indonesia ini. Hal ini didukung juga dengan penduduk yang beramai ramai pulang ke kampung halaman pada musim lebaran tiba. Berikut ini adalah untuk menangani penyebaran penduduk yang tidak merata, yaitu:
1.     Pemerataan pembangunan
Pemerataan pembangunan baik diwilayah Indonesia timur, tengah, maupu barat akan mengurangi jumlah peduduk yang memilih untuk mengadu nasib ke pulau Jawa. Jika pembangunan di daerah-daerah sudah hampir sama dengan di pusat,
maka penduduk tidak perlu keluar dari daerahnya.  Pada akhirnya, mereka bisa ikut serta membangun daerahnya masing-masing. Dan hal ini akan berdampak pada pembangunan secara nasional.

2.     Menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah
Salah satu cara menciptakan lapangan kerja di daerah adalah tidak menjadikan pulau Jawa sebagai satu-satunya pusat industri di Indonesia. Dengan kata lain, pabrik-pabrik besar tidak hanya dibangun di Jawa, tapi diseluruh pulau besar di Indonesia secara merata. Dengan begitu, penduduk tidak perlu pergi ke Jawa untuk mencari pekerjaan karena didaerahnya sudah terdapat lapangan kerja yang bisa menampung mereka.

3.     Transmigrasi
Sebuah data menunjukan bahwa pulau Papua yang luasnya lebih dari 20% dari luar Indonesia memiliki penduduk yang jumlahnya kurang dari 1% dari seluruh penduduk Indonesia. Sementara pulau Kalimantan yang luasnya lebih dari 25% luas Indonesia, jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.

2.5  Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

2.6  Masalah
Masalah masyarakat sebagai berikut:
1.     Kebodohan
Salah satu akibat bila kita bodoh adalah mudah diperalat orang lain. Kita juga akan sulit meraih cita-cita yang tinggi. Kebodohan terjadi karena tidak memiliki pendidikan atau pendidikannya rendah.
Di negara kita ternyata masih banyak orang yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Masih ada orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Hal ini antara lain disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Kamu mungkin beruntung bisa menikmati bangku sekolah dengan mudah. Sekolahnya mudah dijangkau dan fasilitasnya lengkap. Saudara-saudara kalian ada yang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya. Mereka bahkan harus bekerja membantu orang tuanya agar tetap bisa makan. Ada pula saudara kalian yang kesulitan untuk bisa sekolah karena tempatnya yang jauh dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Itupun sekolahnya juga masih sangat sederhana. Fasilitasnya juga masih sangat terbatas.

2.     Pengangguran
Pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan. Jumlah pengangguran semakin banyak karena jumlah lulusan sekolah lebih banyak dari pada jumlah lapangan pekerjaan. Selain itu para pengusaha dihadapkan pada persoalan kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak yang mahal. Hal itu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tutup dan bangkrut, atau setidaknya mengurangi jumlah karyawannya. Kamu bisa membayangkan jika orang tuamu tidak lagi bekerja dan tidak punya penghasilan. Apa yang akan terjadi? Tentunya keluargamu akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup baik makan, pakaian, biaya sekolah serta kebutuhan yang lainnya. Itulah sebabnya pengangguran dapat menimbulkan permasalahan sosial lainnya. Seperti kemiskinan, kejahatan, perjudian, kelaparan, kurang gizi bahkan meningkatnya angka bunuh diri.

3.     Kemiskinan
Semakin banyak dan semakin lama orang menganggur menyebabkan kemiskinan. Di Indonesia jumlah rakyat miskin masih cukup banyak, walaupun pemerintah telah berupaya mengatasinya. Orang yang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya seperti pangan, sandang dan papan. Kemiskinan dapat menyebabkan berbagai permasalahan sosial yang lain, seperti kejahatan, kelaparan, putus sekolah, kurang gizi, rentan penyakit dan stress. Apa penyebab dari kemiskinan? Kemiskinan bisa disebabkan oleh dua hal. Yakni dari dalam diri seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Faktor internal antara lain karena pendidikan yang rendah, tidak memiliki keterampilan dan karena sifat malas. Sedangkan faktor eksternal antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi negara yang buruk, hargaharga melambung tinggi dan kurangnya perhatian pemerintah.

4.     Kejahatan
Kejahatan sering disebut sebagai tindak kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum. Pengangguran dan kemiskinan dapat menyebabkan tindak kejahatan. Jika tidak dilandasi keimanan dan akal sehat, penganggur mengambil jalan pintas untuk mengatasi kemiskinannya. Banyak cara keliru yang dijalani misalnya melakukan judi, penipuan, pencurian, pencopetan, perampokan hingga pada pembunuhan. Yang stress dan tidak kuat bisa kemudian minum-minuman keras atau memakai narkoba. Namun ternyata kejahatan tidak hanya karena miskin. Banyak orangorang yang sebenarnya sudah mapan hidupnya melakukan kejahatan. Kamu pernah mendengar istilah korupsi? Korupsi sebenarnya tak jauh beda dengan mencuri. Yakni mencuri sesuatu yang bukan haknya dengan cara-cara tertentu. Uang atau barang yang telah dipercayakan untuk dikelola diambil untuk kepentingan dirinya. Itulah korupsi. Contohnya adalah mengambil sebagian dana yang mestinya untuk korban bencana alam. Korupsi biasanya dilakukan oleh para pegawai dan pejabat. Perbuatan korupsi kadang sulit diketahui karena pelakunya sangat pintar menyembunyikan. Negara kita termasuk negara yang paling tinggi tingkat korupsinya. Sungguh memprihatinkan.

5.     Pertikaian
Pertikaian bisa disebabkan banyak hal, antara lain karena salah paham, emosi yang tidak terkendali atau karena memperebutkan sesuatu. Sesuatu yang diperebutkan dapat berupa suatu prinsip, seseorang atau suatu barang. Pertikaian dapat terjadi di dalam suatu keluarga atau di masyarakat. Pertikaian yang tidak segera diselesaikan bisa berakibat fatal. Suatu pertikaian bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Masyarakat yang didalamnya terdapat pertikaian atau konflik menyebabkan suasana tidak aman dannyaman.

6.     Kenakalan Remaja
Pernahkan kalian melihat sekelompok anak remaja yang kebutkebutan di jalan? Bagaimana perasaan kalian ketika melihat hal itu? Kebut-kebutan
bagi mereka sendiri sangat berbahaya yakni dapat menimbulkan kecelakaan. Di samping itu juga mengganggu dan membahayakan orang lain. Kenakalan remaja dapat berbentuk lain seperti coret-coret dinding di jalan, minum-minuman keras, berdandan yang tidak semestinya ataupun menggunakan narkoba. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut :
a.      Kurangnya perhatian dari orang tua
b.     Pengaruh lingkungan pergaulan
c.      Kurang mantapnya kepribadian diri
d.     Jauh dari kehidupan beragama. Kamu sebagai anak yang akan menginjak remaja harus pandai-pandai memilih teman bergaul. Tentunya kamu tidak ingin disebut anak yang nakal bukan?

 
Bagaimana cara mengatasi masalah sosial?

Mengatasi masalah sosial bukanlah perkara yang mudah. Pemerintah selalu berusaha mengatasi berbagai masalah sosial dengan melibatkan peran serta tokoh masyarakat, pengusaha, pemuka agama, tetua adat, lembaga-lembaga sosial dan lain-lainya. Kamu pun sebenarnya dapat berperan serta dalam mengatasi masalah sosial tersebut. Tentu saja sesuai dengan kemampuanmu masing-masing. Berikut ini beberapa contoh upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial:

1.Pemberian kartu askes
Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) diberikan kepada keluarga miskin. Kartu Askes kadang disebut Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin). Dengan kartu Askes. keluarga miskin dapat berobat di rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan atau gratis.

2. Pemberian beras untuk masyarakat miskin (Raskin)
Raskin merupakan program pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah. Dengan raskin diharapkan masyarakat yang termasuk keluarga miskin dapat memenuhi kebutuhan pangannya.

3. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
BOS diberikan kepada siswa-siswi sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan. Sekarang juga sudah dilakukan program BOS buku. Yakni program penyediaan buku pelajaran bagi siswa sekolah. Dengan BOS buku diharapkan orang tua tidak lagi dibebani biaya membeli buku pelajaran untuk anaknya yang sekolah.

4.   Sekolah terbuka
Sekolah terbuka merupakan sekolah yang waktu belajarnya tidak terlalu padat dan terikat. Sekolah terbuka diperuntukkan bagai siswa yang kurang mampu. Dengan sekolah terbuka siswanya dapat sekolah meskipun sudah bekerja.

5.       Program pendidikan luar sekolah
Pendidikan luar sekolah biasanya berupa kursus-kursus seperti menjahit, perbengkelan ataupun komputer. Pemerintah mengadakan program pendidikan luar sekolah agar anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.

6.       Pemberian Bantuan Tunai Langsung (BTL)
BTL diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan. BTL merupakan dana kompensasi/pengganti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

7.       Pemberian bantuan modal dan usaha
Bantuan modal usaha diberikan kepada masyarakat miskin yang akan mengembangkan atau memulai suatu usaha. Biasanya untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan modal usaha ini adalah dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Selain berbagai bantuan dari pemerintah, ada juga pihak-pihak lain yang juga turut membantu mengatasi masalah sosial, antara lain:
1.     Menjadi orang tua asuh bagi anak sekolah yang kurang mampu.
2.     Para tokoh agama memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam menghadapi masalah sosial.
3.     Para pengusaha dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lain memberikan bantuan, beasiswa, modal usaha, penyuluhan, dan pendidikan.
4.     Lembaga-lembaga dari PBB seperti UNESCO, UNICEF dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah sosial.
5.     Organisasi pemuda seperti karang taruna dan remaja masjid mendidik dan mengarahkan para pemuda putus sekolah untuk berkarya. Sehingga ikut mengatasi masalah pengangguran.
6.     Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan berbagai penyuluhan, bakti sosial ataupun melatih keterampilan.


2.7 Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

2.8 Masalah
Banyak sekali masalah - masalah kebudayaan di Indonesia, antara lain :
-        Banyak budaya Indonesia yang diklaim bangsa lain
Hampir hilangnya suatu kebudayaan.
-        Semakin terkikis oleh perkembangan zaman teknologi yang semakin canggih.

2.9  Sebab
Penyebabnya
adalah :
-        Dalam sektor pemerintah
Pemerintah kurang memperhatikan budaya - budaya Indonesia. Dalam arti, pemerintah tidak langsung membuatkan UU perlindungan untuk setiap budaya yang ada.
-        Dalam sektor penduduk
Kita sebagai penduduk Indonesia kurang memperhatikan budaya Indonesia juga, tidak mau melestarikan budaya negara sendiri.
-        Hampir seluruh generasi muda lebih menyukai budaya barat dari pada budaya sendiri.
Solusi
Menurut saya ada beberapa solusi yang bisa kita terapkan untuk mengurangi masalah - masalah tersebut, antara lain :
- Pemerintah harus lebih memperhatikan perkembangan budaya kita.
-Pemerintah harusegera membuatkan UU perlindungan untuk semua budaya kita
-Semua penduduk harus lebih mencintai budaya sendiri.
- Melestarikan budaya Indonesia kepada gernerasi muda.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
          Kesimpulan yang dapat kami ambil dari makalah ini adalah bahwa penduduk, masyarakat dan kebudayaan sangat berkesinambungan dan saling mengisi di dalamnya

3.2 Saran
          Untuk pemerintah dari pembuatan makalah ini kami menyarankan untuk lebih memperhatikan perihal permasalahan yang ada dalam lingkup penduduk, masyarakat dan kebudayaan. Tidak hanya memperhatikan saja, tetapi ada solusi dan penanganan yang tepat dari pemerintah supaya adanya keutuhan dalam penduduk, masyarakat dan kebudayaan.




Daftar Pustaka



Tidak ada komentar:

Posting Komentar